css vendor prefix

Pengertian CSS Vendor Prefix

Pengertian CSS Vendor Prefix – Semakin cepatnya perkembangan CSS3 memaksa perusahaan-perusahaan pembuat web browser untuk mendukung dan menerapkan property CSS yang belum sepenuhnya menjadi standar W3C . Karena itulah untuk mendukung property – property seperti ini, web browser memilih untuk menggunakan Vendor Prefix.

Lalu apa itu CSS vendor prefix? Kita akan membahasnya sedikit mengenai pengertian css vendor prefix.

Pengertian CSS Vendor Prefix

Vendor prefix merupakan sebutan untuk penambahan karakter-karakter khusus di awal penulisan property CSS. Sebagai contoh, untuk property linear-gradient, jika menggunakan vendor prefix maka penulisannya menjadi: -moz-linear-gradient.

 

Kenapa Menggunakan Vendor Prefix?

Semakin cepatnya perkembangan CSS3, web browser seolah berlomba-lomba untuk menerapkan property-property baru yang sebenarnya belum resmi disetujui oleh W3C (Badan standarisasi web). Property-property yang belum resmi ini bisanya masih dalam status draft, dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Property-property yang belum selesai ini diterapkan oleh web browser menggunakan vendor prefix. Dengan tujuan, property ini nantinya bisa diuji coba oleh programmer web.

Namun, banyak programmer web yang tidak sabar menunggu property ini agar resmi dirilis dan mencoba untuk langsung menggunakannya. Oleh karena itu, jika kita ingin menggunakan property CSS3 yang masih dalam status draft ini  kita harus menggunakan CSS vendor prefix.

 

Baca Juga : Apa itu wordpress? Pembahasan lengkap.

 

Cara menggunakan vendor prefix

Vendor prefix ditambahkan di depan atau di awal penulisan property.

 

Contoh :

 

-moz-linear-gradient

o-liniear-gradient

-webkit-linear-gradient

-ms-linear-gradient

linear-gradient

 

Penjelasan :

-moz- (untuk web browser Mozilla Firefox)

-o- (untuk web browser Opera)

-webkit- (untuk web browser Chrome)

-ms- (untuk web browser Internet Exploler)

 

Property linear-gradient digunakan untuk membuat gradasi warna. Namun property ini belum menjadi standar resmi, sehingga belum sepenuhnya didukung oleh web browser (pada saat artikel ini ditulis). Karena itu kita harus menulisnya dengan penambahan vendor prefix.

Kemudian pada baris terakhir terdapat penulisan property tanpa vendor prefix yaitu linear-gradient. Ini dipersiapkan agar jika property tersebut sudah disetujui (resmi), nilai dari property ini akan menimpa efek sebelumnya (yang menggunakan vendor prefix). Oleh karena itu, hasil yang di dapat akan seragam pada setiap web browser yang ada.

Contoh penggunaan vendor prefix sendiri ada banyak, contohnya adalah membuat gradient warna menggunakan CSS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *